毋怵痊
2019-05-23 09:19:00
2017年1月15日下午1:31发布
2017年1月15日下午1:31更新

曼彻斯特联队akan menjamu利物浦迪老特拉福德dalam laga lanjutan Liga Inggris,pada 15 Januari 2017. Foto dari Twitter / @ ManUtd

曼彻斯特联队akan menjamu利物浦迪老特拉福德dalam laga lanjutan Liga Inggris,pada 15 Januari 2017. Foto dari Twitter / @ ManUtd

雅加达,印度尼西亚 - Setiap musim baru Liga Primer Inggris bergulir,para penggemar利物浦kerap hanya mengejar satu目标:mengalahkan曼联。

Dengan The Kop yang hampir selalu tak kompetitif dalam perburuan gelar juara,mengejar gelar“personal”atas United adalah pencapaian yang paling rasional。

Namun,musim ini situasi berubah。 利物浦adalah salah satu pesaing terdekat Chelsea dengan selisih 8 poin。 Hanya mengejar kemenangan atas United jelas mengecilkan peran Juergen Klopp,manajer Liverpool,dalam membenahi timnya。 Juga mengecilkan posisi Liverpool di Liga Primer yang pada beberapa dekade lalu menjadi matahari dalam sistem tata surya sepak bola Inggris。

Karena itu,dalam duel klasik antara United vs Liverpool di Old Trafford,Minggu,15 Januari pukul 23:00 WIB tersebut,pasukan Klopp tak cuma membawa dendam sebagai rival abadi sang tuan rumah。 Tapi juga menjaga jaraknya tetap dekat dengan pemimpin klasemen sementara,Chelsea。 Apalagi, The Blues baru saja mengalahkan juara bertahan莱斯特城3-0 pada Minggu dini hari WIB。

(BACA:

Di putaran pertama,bentrok kedua tim hanya menghasilkan skor 0-0。 Saat itu,Liverpool yang khas dengan permainan agresif harus menghadapi United yang bermain bagaikan tembok。

Pilihan bermain bertahan memang wajar bagi Mourinho。 Saat itu,Wayne Rooney dan kawan-kawan belum menemukan performa terbaiknya。 Sebelum melawan The Reds ,mereka ditahan Stoke City 1-1 dan keok atas Manchester City 1-2 dan Watford 1-3。

Penampilan yang turun naik bak 过山车 tersebut tak ayal membuat manajer kelahiran塞图巴尔,葡萄牙,itu untuk bermain aman。 Dia takingin berjudi dengan pasukan Liverpool yang sangat agresif。

Tapi,situasi berubah di putaran kedua Liga Primer。

United bukan lagi tim angin-anginan。 Mereka konsisten mencetak 条纹 6 kemenangan di Liga Primer。 Jika digabungkan dengan performa mereka di Europa League,Piala Liga,dan Piala FA,总连胜 United mencapai 9 laga。

Bandingkan dengan利物浦。 Pasukan Klopp justru terombang-ambing di ajang yang mereka ikuti。 Mereka ditahan seri 2-2 oleh Sunderland di Liga Primer dan 0-0 atas Plymouth Argayle FC。 Hasil seri atas tim yang terakhir disebut justru membuat malu Jordan Henderson dan kawan-kawan。 Sebab,tim itu berkiprah di ajang League Two,kasta keempat di liga sepak bola Inggris。

Terakhir,mereka justru baru saja kalah dari Southampton 0-1 di Piala Liga。

Rentetan hasil buruk tersebut jelas bakal mempengaruhi performa Liverpool di Old Trafford。 Apalagi mereka bertamu ke kandang musuh abadinya itu tanpa winger Sadio Mane yang harus mengikuti ajang Piala Afrika。

“Saya tahu orang akan berpikir,melawan Southampton saja kami kalah 0-1。 Bagaimana sekarang dengan United?“kata Klopp seperti 。

“Kami tidak takut。 Berikan saya 11 pemain dan kami akan kembali kompetitif,“tambahnya。

Klopp boleh percaya diri dengan anak asuhnya。 Namun,dia harus sadar bahwa pasukan利物浦selalu membutuhkan waktu untuk pulih dari hasil buruk。

Di Liga Primer,setiap kekalahan mereka selalu diikuti dengan hasil seri di laga selanjutnya。 Yakni saat kalah atas Burnley 0-2 yang diikuti hasil seri melawan Tottenham Hotspur dan kekalahan atas Bournemouth 3-4 yang diikuti hasil seri melawan West Ham 2-2。

“Saya tahu bagaimana pemain bereaksi dari hasil buruk。 Namun,ini bukan semata soal reaksi。 Tapi bagaimana bereaksi baik saat bertahan dan menyerang,“kilahnya。

Pogba semakin betah

Pasukan Mourinho jelas berada di atas angin dalam situasi ini。 Apalagi,para pemain mengaku semakin betah satu sama lain。 保罗Pogba,misalnya。 Gelandang mahal yang dibeli United dari尤文图斯itu mengaku semakin cocok bermain dengan Zlatan Ibrahimovic。 Hasilnya adalah kemenangan beruntun dalam 9 laga di semua ajang。

“Saya kira itu karena kami semakin memahami satu sama lain。 Kami sudah bermain bersama dalam waktu yang cukup lama。 Kami punya koneksi dan kombinasi di lapangan,“kata Pogba seperti 。

Tak hanya dengan Ibrahimovic,Pogba juga merasakannya dengan 边锋 lainnya seperti Anthony Martial dan Marcus Rashford。 “Saya tahu di mana saya harus mencari Martial atau Rashford saat bermain di lapangan,”katanya。

Pogba merasa inilah saatnya United berada di jalur yang tepat。 Para pemain semakin padu。 Dan dia juga punya kepercayaan yang sangat besar kepada Ibra。 “Dia punya segalanya,”kata pemain Perancis tersebut。

Masa adaptasi Pogba di United memang memakan waktu tidak sebentar。 Posisinya juga kerap diubah oleh Mourinho。 Mulai dari gelandang jangkar hingga gelandang serang。 Baru setelah musim memasuki putaran kedua,dia baru menemukan permainannya。

“Paul selalu berada dalam posisi yang siap untuk mencetak gol atau tendangan bebas。 Sekitar 20 atau 25米dari gawang。 Karena itu,saya selalu tahu bahwa di setiap laga dia selalu berpotensi mencetak gol,“ 。 -Rappler.com